Info Sekolah
Senin, 24 Jan 2022
  • Selamat Liburan Semester Ganjil, Semoga Sehat Selalu
28 Oktober 2021

“Sederhana Penuh Makna” di Halaman SDN 67

Kamis, 28 Oktober 2021 Kategori : Artikel Guru / Berita Umum / Pendidikan

Kamis, 28/10/2021.  Pagi ini Seluruh siswa duduk rapi di halaman SDN 67 Percontohan, ada yang lain dari biasanya, hari ini ternyata hari special bagi siswa dan siswi SDN 67. Wajah-wajah ceria terpancar dari setiap siswa begitu acara dimulai. Ya…hari ini peringatan sumpah pemuda.

Sambutan pembuka diawalai oleh Ibu Ida Elva, S.Pd.,M.Pd. dengan tepuk PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) bukan hanya itu ibu satu ini juga mengingatkan slogan-slogan pendidikan seperti Slogan Balai Bahasa Indonesia (Cintai Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing). Diakhir kata ibu Elva mengajak seluruh siswa tepuk semangat. Selanjut mic diserahkan kepada Kepala Sekolah.

Dalam sambutannya kepala sekolah SDN 67 (Erna Wirda, S.Pd,.M.Pd.) memberikan semngat dan menjelaskan sekilas tentang sejarah sumpah pemuda. “Kita sebagai generasi bangsa juga sebagai pemuda-pemudi harus bisa menghargai perjuangan-perjuangan orang-orang terdahulu, agar kita selalu bisa merasakan dan mewariskan kemerdekaan ini kepada anak cucu kita kelak”.

Sejarah Sumpah Pemuda berawal dari pendirian organisasi yang bersifat kedaerahan untuk melawan penjajahan lokal. Beberapa organisasi kedaerahan yang didirikan pada waktu itu adalah Tri Koro Darmo yang berganti nama menjadi Jong Java, didirikan tahun 1915. Selain itu, didirikan pula Jong Soematranen Bond pada tahun 1917 dan Jong Islamieten Bond tahun 1924. Para pemuda tersebut kemudian menyelenggarakan dua kali kongres. Kongres pertama berlangsung pada tahun 1926 dan melahirkan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggotakan pelajar dari seluruh Indonesia. Kemudian, kongres kedua dilakukan atas inisiatif dari PPPI pada tahun 1928. Dilansir dari Museum Sumpah Pemuda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), kongres ini dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali sesi rapat.

Rapat pertama berlangsung pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928 di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB). Dalam rapat tersebut, Moehammad Jamin menguraikan tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan. Rapat kedua berlangsung pada hari Minggu, 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop, Rapat tersebut membahas tentang masalah pendidikan termasuk mendidik anak secara demokratis. Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro turut menyetujui pandangan ini.

Rapat ketiga berlangsung di hari yang sama dengan sesi yang berbeda. Rapat tersebut membahas tentang gerakan hingga rumusan yang menjadi Sumpah Setia. Soenario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan bahwa gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Rapat ketiga dalam kongres kedua yang dilakukan para pemuda inilah yang kemudian menghasilkan naskah Sumpah Pemuda. Berikut putusan kongres pemuda Indonesia yang disetujui pada 28 Oktober 1928.

Poetoesan Kongres Pemoeda-Pemoeda Indonesia

Kerapatan pemoeda-pemoeda Indonesia jang berdasarkan dengan nama Jong Java, Jong Soematra (Pemoeda Soematra), Pemoeda Indonesia, Sekar Roekoen, Jong Islamieten, Jong Batak Bond, Jong Celebes, Pemoeda Kaoem Betawi, dan Perhimpoenan Peladjar Indonesia.
Memboeka rapat pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928 di negeri Djakarta. Sesoedahnja mendengar segala isi-isi pidato-pidato dan pembitjaraan ini. Kerapatan laloe mengambil kepoetoesan:

Pertama Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Setelah mendengar poetoesan ini, kerapatan mengeloearkan kejakinan asas ini wadjib dipakai oleh segala perkoempoelan-perkoempoelan kebangsaan Indonesia.

Mengeloearkan kajakinan persatoean Indonesia diperkoeat dengan memperhatikan dasar poetoesannja:
Kemajoean
Sedjarah
Bahasa
Hoekoem Adat
Pendidikan dan Kepandoean
Dan mengeloearkan penghargaan soepaja ini disiarkan dalam segala soerat kabar dan dibatjakan dimoeka rapat perkoempoelan-perkoempoelan.

Djakarta 28 Oktober 1928

Diakhir Acara yang penuh makna ini siswa dan guru memilih siswa terbaik yang berani maju dan mengikrarkan sumpah pemuda tanpa teks dihadapan teman-temannya. Dalam kegiatan ini terpilih siswa terbaik yaitu : Syakira Ramadhania, Muhammad Al-Fatih Anshari, Adira Kartika Wiramadhani. Kepala Sekolah memberikan bingkisan kepada tiga pemuda ini sebagai apresiasi atas keberaniannya.

SELAMAT HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2021

 

sumpah pemuda

Tidak ada Komentar

Tinggalkan Komentar

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

HUBUNGI KAMI

SDN 67 PERCONTOHAN BANDA ACEH

Jl. Sultan Malikul Saleh No. 3 Lr. H.K.A. Jalil

Desa Lam Lagang

Kecamatan Banda Raya

Kota Banda Aceh

Provinsi Aceh

Kode POS 23239

KONTAK

Telephone : +62 (853-666-400-21)

Email : official@sdn67bandaaceh.sch.id

AGENDA

12
Jan 2022
waktu : 08:00
23
Des 2021
waktu : 20:00
14
Des 2020