TAGANA MASUK SEKOLAH

Banda Aceh, 27/11/2020. SDN 67 Percontohan kedatangan TAGANA (Taruna Siaga Bencana), kedatangan TAGANA membawa program TMS (Tagana MAsuk Sekolah). TMS menjadi salah satu upaya pemerintah melalui Kementrian Sosial untuk meyiapkan generasi yang sadar dan siap siaga terhadap bencana sejak dini.

Program TMS sudah dilaksanakan di seluruh Provinsi, di Aceh khususnya Kota Banda Aceh telah dilaksanakan di 14 titik di semua jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA. Siswa dan siswi diberikan materi tentang kewaspadaan dini apabila terjadi musibah. Sehingga, terbentuk generasi sadar bencana, kata Bapak Yayan Rahmat, AKS,.M.Si 

target dari program tersebut kata Pak Yayan adalah peserta yang merupakan siswa dan siswi agar memiliki pengetahuan tentang potensi bencana, pengurangan resiko bencana pada tingkat yang paling sederhana sehingga mereka mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi bencana sederhana bila terjadi.

Lebih lanjut dia mengatakan, Siswa harus siap dalam menghadapi bencana pasalnya Indonesia dilewati oleh jalur cincin api sehingga ada daerah-daerah yang rawan terhadap gempa, rawan banjir, rawan longsor, ada daerah juga yang rawan terhadap tsunami seperti Aceh ini dan bencana-bencana yang lain. “Kapan bencana akan datang itu sulit diprediksi. Namun pengetahuan kebencanaan mutlak diperlukan,” jelasnya.

Kegiatan ini juga berlangsung dengan mengadakan simulasi tanggap bencana, cara menghindar dari bencana. sehingga siswa bukan hanya mendapatkan pengetahuan atau materi saja tetapi juga mendapatkan edukasi langsung cara mengatasi dan menghindar dari bencana.

Kami sangat berterimkasih kepada TAGANA beserta TIM yang telah memberikan edukasi ini kepada siswa dan siswi di sekolah kami, kata Bapak Bakhtiar, S.Pd (kepala Sekolah). Semoga kegiatan ini menjadi wawasan dan pengetahuan peserta didik dalam menghadapi dan menyingkapi bencana, serta kegiatan ini selalu menjadi kegiatan yang terperogram kesekolah kami dimasa-masa yang akan datang.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh Bapak Burhanudin (Kabid Linjamsos) dan Bapak Ajhari (kasi Dinas Sosial) serta guru-guru SDN 67 Percontohan Banda Aceh.