Mencoba Keberuntungan Dengan Menulis

Bulan Oktober 2018 adalah pengalaman yang paling berkesan bagi saya sebagai peserta Seminar Nasional Guru Dikdas Berprestasi Angkatan II. Tidak mengira sebelumnya bahwa saya dapat ikut dalam ajang yang bergengsi secara nasional yang diselenggarakan oleh Kesharlindung dikdas salah satu subdit di Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan di Kemdikbud Pusat. Kesharlindung yang merupakan singkatan dari Kesejahteraan, Penghargaan dan Perlindungan Pendidikan dasar. Untuk pertama kali saya mengikuti ajang seleksi setingkat nasional. Saya bertemu dengan guru-guru hebat yang memiliki kompetensi yang luar biasa. Mereka berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Menjadi salah satu peserta dari ratusan guru se-Nusantara adalah kebanggaan dan rasa syukur saya. Karena tidak menyangka bahwa tulisan saya yang masih jauh dari kata sempurna mengantarkan saya bertemu dengan pendidik-pendidik yang luar biasa. Bekal informasi yang saya dapatkan dari teman di sosial media, saya mencoba mencari informasi lengkap tentang berbagai kegiatan yang diselenggarakan Kesharlindung. Saya memeberanikan diri untuk mendaftar. Alhamdulillah proses pendaftaran berjalan lancar. Membaca pedoman mengikuti seminar nasional dengan baik, melengkapi syarat-syaratnya yang diminta. Saya mencoba menulis sebuah best practice tentang karakter. Jujur… saya sangat ragu dengan apa yang telah saya tulis, bagi penulis pemula banyak hal yang harus saya pelajari kembali. Berbekal buku cara menulis best practice saya membaca berulang-ulang dan saya pahami mendalam dan mempelajarinya dengan penuh semangat.

Saya menulis dengan harapan saya terpilih dan lolos. Saya yakin kalau tidak pernah mencoba tentu kita tidak tahu apa yang kurang dengan tulisan kita. Dengan mencoba kita dapat meyakinkan diri, bahwa kita bisa. Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha. Singkatnya waktu pendaftaran dan pengiriman artikel tidak membuat surut semangat dan keinginan saya untuk mengikuti ajang tersebut. Setelah berkutat berhari-hari dengan menulis, saya memberanikan diri mengirim tulisan yang telah saya selesaikan dengan batas waktu yang ditentukan. Alhamdulillah diminggu selanjutnya tibalah pengumuman itu, pengumuman yang sangat ditunggu. Ternyata nama saya tertera di daftar peserta yang lolos yang berjumlah 180 orang. Ternyata usaha dan doa tidak sia-sia. Dengan semangat dan motivasi serta pengalaman yang saya dapatkan selama 4 hari bersama guru-guru hebat, membuat saya ingin terus belajar dan belajar. Mewujudkan diri menjadi guru pembelajar yang selalu mencari kesempatan untuk belajar. Belajar dimana saja, kapan saja dan dengan siapa saja. Salam guru pembelajar. 1